Selama ini saya pikir menjadi orang baik adalah pilihan yang tepat tanpa perlu melakukan hal yang neko-neko (melakukan hal-hal di luar batas). Akan tetapi itu tidak cukup. Hidup di dunia yang di penuhi dengan orang yang beragam karakter membuat kita juga harus lebih berhati-hati. Karena bila di dunia ini ada orang baik pasti ada orang yang buruk tabiatnya. Ini terjadi pada beberapa hari ini. Di tempat usaha dimana aku bekerja, tentu saja banyak saingan aku dan teman-teman pun berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar usaha kami rame dan maju. Akan tetapi hal itu membuat kompetitor kami iri dan ingin berbuat jahat terhadap tempat kerja kami. Tempat usaha kami telah “di sawur lemah kuburan” ( di tabur tanah kuburan) tepat di depan tempat usaha kami, tentunya tanpa sepengetahuan kami. Hal itu ditujukan agar tempat usaha kami sepi dan pelanggan beralih ke tempat mereka. Seperti kena Uper Kap seperti dalam tinju pendapatan usaha kami tersungkur. Jatuh dengan cara tak normal. Hal inilah yang menimbulkan kecurigaan Si Bos “Ada apa denganmu?” seperti judul lagu peterpan Si Bos bertanya-tanya. Akhirnya Si Bos pun menyelidiki kasus ini, dan terungkaplah rahasia di balik semua ini dan tersangkanya adalah………….. orang yang sama yang dulu juga berbuat begitu kepada tempat usaha kami. Saya sempat berfikir mengapa ya kita yang ga pernah ngejahatin orang tersebut tapi orang tersebut kok sampai tega ngejahatin kita sampai dua kali. Saya beranggapan bahwa menjadi orang baik saja tidak cukup tapi kita juga harus selalu dekat dengan Allah dan memohon kepada-Nya perlindungan dari orang orang yang berniat jahat. Semoga kejadian ini tidak terjadi pada para pembaca. Aaamiiin

Advertisements